Minggu, 08 Mei 2016

Review Buku Akhlaq oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.



Kuliah Akhlaq



 




BAB I. Pendahuluan




A.   Pengertian Akhlaq




Secara etimologis (lughatan) akhlaq (Bahasa Arab) adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti,perangai,tingkah laku atau tabi’at.Berakar dari kata Khalaqa yang berarti menciptakan. Seakar dengan kata Khaliq (pencipta), makhluq  (yang diciptakan) dan khalq (penciptaan).




 




B.    Sumber Akhlaq




Yang dimaksud dengan sumber akhlaq adalah yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela. Sebagaimana keseluruhan ajaran  Islam, sumber akhlaq adalah al-qur’an dan sunnah, bukan akal pikiran atau pandangan masyarakat sebagaimana pada konsep etika dan moral. Dan bukan pula karena baik atau buruk dengan sendirinya sebagaimana pandangan Mu’tazilah.




 




 




C.   Ruang Lingkup Akhlaq




Muhammad Abdullah  Draz dalam bukunya Dustur al-Akhlaq fi al-islam membagi ruang lingkup akhlaq kepada lima bagian:




1.       Akhlaq Pribadi (al-akhlaq al-fardiyah).




2.       Akhlaq Berkeluarga (al-akhlaq al-usariyah).




3.       Akhlaq Bermasyarakat  (al-mazhurat).




 




D.   Kedudukan dan Keistimewaan Akhlaq dalam Islam




1.       Rasulullah menempatkan penyempurnaan akhlaq yang mulia sebagai misi pokok risalah islam.




2.       Akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama islam.




3.       Akhlaq yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat.




4.       Rasulullah Saw. Menjadikan baik buruknya akhlaq seseorang sebagai ukuran kualitas imannya.




5.       Islam menjadikan akhlaq yang baik sebagai bukti dan buah dari ibadah kepada Allah SWT.




6.       Nabi Muhammad Saw. Selalu berdo’a agar Allah SWT. Membaikkan akhlaq beliau.




7.       Di dalam Al-qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan akhlaq.




 




BAB II. Akhlaq terhadap Allah SWT.




A.   Taqwa




Definisi taqwa yang paling populer adalah ‘memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.”




Ciri-ciri orang yang bertaqwa disebutkan dalam surat Ali Imran 134-135, ada 4 ciri yaitu: 1.Dermawan, 2.Mampu menahan amarah, 3.pemaaf dan 4.istighfar dan tobat dari kesalahan.




B.    Cinta dan Ridha




Cinta yang demikian merupakan fitrah yang dimiliki setiap orang. Bagi orang mukmin cinta pertama dan utama sekali kepada Allah SWT. Tidak mencintai Allah lebih dari segala-galanya.




C.   Ikhlas




Ikhlas adalah beramal semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. Terdapat tiga unsur keikhlasan yaitu :




1.       Niat yang ikhlas




2.       Beramal dengan sebaik-baiknya (itqan al-‘amal)




3.       Pemanfaatan hasil usaha yang ada (jaudah al-ada’)




D.   Khauf dan Raja’




Khauf adalah kegalauan hati membayangkan sesuatu yang tidak disukai yang akan menimpanya, atau membayangkan hilangnya sesuatu yang disukainya.




E.    Tawakal




Tawakal adalah membebaskan hati dari segala ketergantungan kepada Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepada-Nya.




F.    Syukur




Memuji si pemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukannya.




G.   Muraqabah




Kesadaran seorang muslim bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah Swt.




 




BAB III. Akhlaq Terhadap Rasulullah Saw.




A.   Mencintai dan Memuliakan Rasul




B.    Mengikuti dan Menaati Rasul




C.   Mengucapkan Shalawat dan Salam




 




BAB IV. Akhlaq Pribadi




A.   Shidiq




Shidiq artinya benar atau jujur.




B.    Amanah




Aamanah artinya dapat dipercaya. Dalam pengertian sempit amanah adalah memelihara titipan dan mengembalikannya kepada pemiliknya dalam bentuk semula.




C.   Istiqomah




Dalam bahasa arab istiqomah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia istiqomah berarti sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.




D.   Iffah




Secara etimologis iffah berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik. Dan juga berarti kesucian tubuh.




Secara terminologis iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya.




E.    Mujahadah




Dalam bahasa arab berarti mencurahkan segala kemampuan. Dalam konteks akhlaq adalah mencurahkan segala kemampuan untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghambat pendekatan diri terhadap Allah SWT, baik hambatan yang bersifat internal maupun yang eksternal.




F.    Syaja’ah




Syaja’ah artinya berani .




G.   Tawadhu’




Tawadhu’ artinya rendah hati.




H.   Malu




Malu adalah sifat atau perasaan yang menimbulkan keengganan melakukan sesuatu yang rendah atau tidak baik.




I.       Sabar




Secara etimologis sabar berarti menahan dan mengekang. Secara etimologis berarti menahan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridho Allah SWT.




 




BAB V. Akhlaq dalam Keluarga




A.   Birrul Walidain




B.    Hak ,Kewajiban dan Kasih Sayang Suami Istri




C.   Kasih Sayang dan Tanggung Jawab Orangtua Terhadap Anak




 




BAB VI. Akhlaq Bermasyarakat




A.   Bertamu dan Menerima Tamu




B.    Hubungan Baik dengan Tetangga




C.   Hubungan Baik dengan Masyarakat




D.   Pergaulan Muda-Mudi




E.    Ukhuwah Islamiyah




 




BAB VII. Akhlaq Bernegara




A.   Musyawarah




B.    Menegakkan keadilan




C.   Amar Ma’ruf  Nahi Munkar




D.   Hubungan Pemimpin dan yang Dipimpin




 




 




 




 




 




 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar